# Menyimpan roti

Source: https://www.the-sourdough-framework.com/id/menyimpan-roti
Bagian dari: The Sourdough Framework (https://www.the-sourdough-framework.com/id/) — CC BY-SA 4.0

Dalam bab ini kita membahas berbagai metode menyimpan roti Anda, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Dengan begitu roti Anda tetap bisa dinikmati dengan baik di lain waktu.

Ringkasannya bisa dilihat pada Tabel 11.1 , sedangkan detail dan penjelasannya menyusul di sisa bab ini.

Metode

Kelebihan

Kekurangan

Suhu ruang

Pilihan paling mudah. Paling cocok untuk roti yang habis dalam sehari. Kulit roti biasanya tetap renyah selama kelembapan udara tidak terlalu tinggi.

Roti mengering dengan sangat cepat.

Suhu ruang di dalam wadah kedap udara

Tahan sampai satu minggu.

Roti perlu dipanggang ulang agar kulitnya kembali renyah. Lebih cepat berjamur.

Kulkas

Roti tetap bagus selama berminggu-minggu. Bisa sedikit mengering kalau tidak memakai wadah kedap udara.

Roti perlu dipanggang ulang. Butuh kulkas dan energi.

Freezer

Roti tetap bagus selama bertahun-tahun.

Perlu dicairkan lalu dipanggang ulang. Butuh freezer dan energi.

Tabel 11.1: Tabel yang menggambarkan kelebihan dan kekurangan berbagai pilihan penyimpanan roti.

## Suhu ruang

Metode yang paling umum adalah menyimpan roti Anda pada suhu ruang. Setelah memotong seiris roti, simpan roti itu dengan sisi remahnya menghadap ke bawah.

Metode ini bekerja sangat baik kalau Anda ingin menghabiskan roti dalam sehari. Kulit roti tetap renyah dan tidak menjadi lembek. 1 Kelemahan terbesar metode ini adalah roti cepat mengeras. Seiring waktu, makin banyak air yang menguap dari remah roti Anda. Pada akhirnya roti menjadi sangat keras dan tidak bisa lagi dimakan. Makin banyak air yang Anda pakai untuk membuat roti, makin lama roti itu bertahan. Resep dengan hidrasi rendah bisa mengering setelah 1–2 hari; roti dengan hidrasi tinggi butuh 3–4 hari untuk mengering.

Setelah roti Anda mengering, Anda bisa mengalirinya dengan air keran selama sekitar 10 sampai 15 detik. Guyuran air ini membuat pati di dalam remah menyerap banyak air. Lanjutkan dengan memanggang roti Anda lagi di oven. Roti yang dihasilkan akan hampir sebagus roti baru.

Pilihan lain untuk roti yang sudah kering adalah mengolahnya menjadi tepung panir. Tepung panir ini bisa dicampurkan ke adonan roti berikutnya. Tepung panir juga bisa dipakai sebagai bahan dasar resep lain seperti Knödel . 2

## Suhu ruang di dalam wadah

Sama seperti pilihan sebelumnya, Anda juga bisa menyimpan roti di dalam wadah. Wadahnya bisa berupa kantong kertas, kantong plastik, atau kotak penyimpan roti. Kantong kertas dan sebagian besar kotak roti tidak tertutup rapat, sehingga sebagian udara bisa keluar dari wadah. Itu juga berarti roti akan sedikit mengering.

Kalau Anda memakai kantong tertutup seperti kantong plastik, roti akan menahan banyak kelembapan. Roti pun bertahan lebih lama. Namun pada saat yang sama, kulit roti juga kehilangan kerenyahannya. Sebagian air berpindah ke dalam kantong lalu diserap kembali oleh kulit roti. Kalau Anda menginginkan kulit yang renyah, pilihan terbaik adalah memanggang ulang roti Anda.

Masalah lain pada wadah penyimpanan adalah kontaminasi kapang yang terjadi secara alami. Begitu roti Anda keluar dari oven, roti itu mulai terkontaminasi spora kapang dari udara. Spora itu berukuran mikroskopis dan ada di mana-mana. Spora kapang tumbuh paling baik di lingkungan yang lembap. Dengan menaruh roti Anda di dalam wadah, Anda telah menciptakan surga bagi kapang. Roti biasa yang memakai ragi instan akan mulai berjamur dalam beberapa hari saja. Roti berbasis sourdough bertahan lebih lama karena keasamannya adalah penghambat kapang alami.

## Kulkas

Dari pengalaman saya sendiri, menyimpan roti di dalam kulkas berhasil dengan baik selama Anda memakai wadah yang tertutup rapat, walaupun sebagian sumber mengatakan roti justru mengering di dalam kulkas . Konon kulkas mendorong cairan dari remah berpindah ke permukaan roti.

Namun menurut pengalaman saya, kuncinya adalah memakai wadah yang bisa ditutup rapat. Dengan kantong ziplock yang bisa ditutup, kelembapan berlebih tetap tertahan di dalam kantong dan roti tidak cepat mengering. Pada suhu ruang, hal itu justru akan membuat roti Anda berjamur. Pada suhu yang lebih rendah, roti bisa bertahan seperti ini selama berminggu-minggu. Kulit rotinya memang kehilangan kerenyahan, jadi memanggang ulang sangat disarankan.

## Membekukan

Pilihan bagus lainnya untuk penyimpanan jangka panjang adalah memakai freezer. Iris seluruh roti dan buat porsi-porsi yang bisa Anda habiskan dalam sehari. Simpan setiap porsi di wadah terpisah lalu masukkan ke dalam freezer.

Kalau Anda ingin makan roti segar, buka salah satu wadah pada pagi hari dan biarkan rotinya mencair selama beberapa jam. Ini perlu supaya Anda mudah memisahkan irisan yang membeku menempel satu sama lain. Panggang irisannya di pemanggang roti atau di oven sampai serenyah yang Anda suka.

Pilihan ini sangat cocok untuk penyimpanan jangka sangat panjang. Secara pribadi, saya suka menyimpan beberapa iris roti di freezer sebagai cadangan darurat ketika saya tidak sempat memanggang.

Sebuah studi tahun 2008 mengisyaratkan bahwa membekukan lalu memanggang ulang roti mungkin punya manfaat kesehatan. Dengan cara itu molekul pati bisa menjadi lebih tahan terhadap pencernaan sehingga menurunkan respons gula darah tubuh Anda hampir 40 % .

1 Makin tinggi kelembapan di ruangan Anda, makin cepat kulit roti menjadi lembek.

2 Knödel adalah hidangan Austria yang memakai roti lama sebagai bahan dasar. Tepung panir dan roti sisa hari sebelumnya dicampur dengan telur, dan kadang ditambahkan bayam atau ham. Adonannya lalu direbus dalam air garam.
